BALIKPAPAN - Proses evakuasi oleh Tim SAR gabungan atas insiden KM Dharma Kartika IX , mengalami kemiringan ketika saat sandar di Pelabuhan Semayang Balikpapan, Selasa (27/1/2026) semua terselesaikan dan berjalan lancar efektif.
PT Dharma Lautan Utama (DLU ) selaku operator kapal menegaskan prioritas utama penanganan korban dan memberikan santunan.
Direktur Operasi & Usaha PT. Dharma Lautan Utama (DLU), Rakhmatika Ardianto mengatakan, setelah dilakukan evakuasi oleh tim gabungan, prioritas DLU menangani korban baik biaya penanganan medis maupun santunan meski dari asuransi juga dapat.
“Untuk korban akan mendapat santunan dari asuransi dan dari perushaan. Semua biaya perawatan akan di tanggung oleh DLU,” ujarnya kepada media, Selasa (27/1/2026).
Begitu juga armada yang terlibat dalam insiden itu, menurut Rakhmatika nantinya akan dicover asuransi.
“Kalau kerusakan truk akan dicover asuransi. Sama seperti kejadian yang lain. Jika nanti kurang, perusahaan akan menutup kerusakan tersebut,” jelasnya.
Prioritas PT. DLU Seluruh Korban KM Dharma Kartika IX Tertangani Dan Tersantuni
Salah satu truk muatan kapal KM Dharma Kartika IX yang terguling saat peristiwa dalam kapal, di Balikpapan
Sedang, kejadian miringnya KM Dharma Kartika IX di Balikpapan itu sendiri dipengaruhi kondisi cuaca yang terjadi belakangan ini, dan ditambah lagi truk muatan odol (over loade over dimensi).
Bagi DLU, lanjut Rakhmatika, meski kejadian itu dipengaruhi faktor alam atau hal lain, yang penting keselamatan penumpang yang utama.
“Intinya untuk korban semoga tidak kurang. Kita santuni semaksimal mungkin,” imbuhnya.
Dari kejadian itu, korban ada empat orang, satu meninggal dan dua orang yang selamat sudah meninggalkan kapal kembali ke kampung halamannya, dan yang meninggal masih dalam penanganan. Untuk unit yang menjadi korban, tiga truk besar (TB) dan satu truk sedang (TS) yang bermuatan beras dan telur.
“Tadi infonya satu meninggal, dan tiga luka. Yang 2 sudah pulang. Sedang unit muatan yang alami kerusakan ada 3 truk pak,” ujar Rakhmatika.
Sementara, Kepala Kantor SAR Balikpapan, Dody Setiawan, mengatakan proses evakuasi berlangsung cukup lama karena posisi kendaraan korban tertindih kendaraan lain beserta muatan berat di dek kapal.
“Evakuasi memang memakan waktu karena kendaraan korban terjepit dan harus dilakukan pemindahan muatan satu per satu agar aman,” tutur Dody.
Insiden tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 05.50 WITA. Menindaklanjuti laporan awal, Kantor SAR Balikpapan segera mengerahkan satu tim rescue ke Pelabuhan Semayang untuk melakukan penanganan darurat.
“Begitu menerima laporan, tim langsung bergerak dan tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi bersama unsur terkait,” jelasnya.
Operasi evakuasi tim SAR gabungan melibatkan juga TNI AL, kepolisian, Pelindo, serta pihak kapal guna memastikan proses evakuasi berjalan aman di tengah kondisi kapal yang miring. Sehingga empat korban yang terdiri dari tiga orang dewasa dan satu anak bisa dilakukan.
“Seluruh korban telah dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan untuk mendapatkan penanganan medis,” pungkasnya. (tims)

