Langsung ke konten utama

Pelabuhan Gresik Bagaikan Penitipan Barang Bukti

GRESIK - Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) telah mengungkap praktik illegal logging  yang merugikan negara Rp 240 miliar barang bukti (BB) telah dititip di Pelabuhan Gresik, Sejak Oktober 2025.

Peristiwa besar itu telah disaksikan dan hadiri sejumlah pejabat tinggi negara yakni,  Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI Muhammad Yusuf Ateh, Kasum TNI Letjen TNI Richard Taruli H. Tampubolon, Kabareskrim Polri Komjen Pol Syahardiantono, Jampidsus Kejagung Febrie Ardiansyah, Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto, Kapolres Gresik Wakil Bupati Asluchul Alif serta Kepala KSOP Kelas II Gresik Capt. Herbert E.P Marpaung saat itu.

Kasatgas Garuda Mayjen TNI Doni Tri, yang juga bagian dari Satgas PKH, sebelumnya telah memaparkan kronologi dan hasil pengungkapan kasus illegal logging yang dilakukan oleh PT Berkah Rimba Nusantara (BRN). Diungkapkan bahwa penegakan hukum telah mengacu UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dan UU Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

Kapal tersebut diamankan dan sandar di Pelabuhan Gresik sejak 11 Oktober 2025 pukul 20.30 WIB. “Barang bukti yang diamankan mencapai 4.600 kubik kayu atau sekitar 1.190 batang. Saat itu 14 awak kapal ikut menjalani pemeriksaan. Total kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 240 miliar,” jelasnya, menegaskan bahwa penyelidikan akan terus dikembangkan dari hulu hingga hilir.

Perkara telah ditangani Ditjen Gakkum KLHK dan Kejaksaan Agung. Pelaku akan dijerat UU Kehutanan dan UU Pencegahan Perusakan Hutan, dengan ancaman pidana 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp 15 miliar.

BB Ilegal loging Hampir Setahun Nongkrong di Dermaga

Sejak barang bukti (BB) diamankan, masih tetap berada di pelabuhan Gresik. Tentu situasi itupun sangat mempengaruhi lokasi sadar kapal tongkang kayu khususnya di dermaga Gresik Jasatama, Pelindo Gresik. Space sadar kapal sangat terganggu untuk kapal tongkang dan tug boat masing masing terganggu satu unit.

Sesuai informasi yang berhasil dihimpun dipelabuhan kehadiran BB kayu dan tug boat sangat mengganggu baik untuk sandar maupun bongkar muat kayu gelondongan (log). Sinyalemen yang berkembang dipelabuhan, institusi terkait dan kemaritiman di pelabuhan sangat berharap agar BB, khususnya kapal tongkang dan Tug boat sekiranya bisa dipindah sehingga aktivitas bongkar muat bisa normal. Namun dari institusi Pemerintah dan perusahaan BUMN tidak kuasa untuk memidah barang bukti karena Satgas Garuda  yang menitipkan Barang Bukti (tongkang dan kapal (BB).

Informasi yang dihimpun, di pelabuhan mengungkapkan  barang bukti (bb) itu tidak diketahui sampai kapan, karena masih proses pengadilan. Apakah memungkinkan sampai akhir tahun 2026?, tentu masih menunggu putusan pengadilan, apakah langsung proses lelang? Masih belum jelas.

Sementara itu, informasi yang berkembang dipelabuhan, terkait barang bukti(BB) kayu bahwa pihak Gresik Jasatama selaku pemilik dermaga, telah bersurat ke Pelindo Gresik, dan selanjutnya ditindak lanjuti kekantor KSOP selaku kepanjangan tangan Pemerintah (dirjen Perhubungan laut). Namun informasi yang diterima tidak menguraikan secara detil apakah yang menjadi inti (perihal) surat tidak diungkapkan secara detil.

Dampak Barang Bukti (BB) yang dimaksud tidak hanya mengganggu dermaga, tetapi disebut sebut berdampak terkait biaya penumpukan kayu (BB) dan jasa dermaga kelak siapa yang membayar ? Kepemeritah. Contohnya biaya tempat kapal tongkang dan tugboat, biaya penumpukan kayu log?.

Sementara itu, informasi berkembang memberikan tanggapan bahwa kapal tongkang tidak ada yang berani menggeser tanpa ada persetujuan dari pihak berwewenang.  Pihak pelabuhan dan seluruh instansi terkait di pelabuhan hanya bersifat menunggu keputusan dari yang berwewenang. 

Ketua Asosiasi INSA pelabuhan Gresik, Kasir Ibrahim, Usai rapat bersama asosiasi dan dihadiri anggota DPRD, di kantor APBMI, Rabu (29/4/2026) mengatakan bahwa INSA sejak awal menghimbau agar barang bukti (bb) segera ditangani dengan cepat, supaya lokasi dermaga yang masih di police line sampai sekarang bisa dimanfaatkan anggota kami untuk beraktivitas, urai, Kasir.

Karena dengan berkurangnya lahan dermaga dan penumpukan barang curah kayu gelondongan, area beraktivitas anggota dipastikan mengurangi produktivitas. Sedang terkait  proses kasus barang bukti (BB),  menurut Kasir merupakan ranah penyidik, tetapi kami berharap proses hukumnya supaya  cepat dan segera diseterilkan, artinya bisa digunakan lokasi dermaga tegasnya.

"INSA berharap ada kepastian hukum, karena pemilik kapal dan pemilik barang membutuhkan ada proses hukum segera, namun melihat lambatnya proses sejak penangkapan hingga sekarang ada kesan proses hukum lambat,

"Secara fakta yang dirugikan disini sesungguhnya pemilik dermaga yakni  Gresik Jasatama. Tetapi INSA selalu mendukung pemberantasan illegal loging yang dilakukan satgas perlu proses hukum segera. Pemilik kapal tongkang dan tugboat merupakan anggota insa karena itulah kita minta kepastian hukum supaya pemilik kapal punya kepastian. 

Sebenarnya pemilik kapal tidak bertanggung jawab  atas dokumen. Misalnya apa itu dokumen asli atau palsu bukan tanggung jawab nakhoda, itu tanggung jawab pemilik barang. Tapi kadang kadang nakhoda yang bertanggung jawab, urai Kasir,".

Jadi statemen saya, " sebagaimana statemen awal supaya dituntaskan agar dermaga bisa digunakan oleh anggota INSA beraktivitas".terangnya. (martin)


Update News

Persamaan Bangsa Israel dan Suku Batak

SAMOSIR [DOBRAKNEWS.COM] Bangsa Israel kuno terdiri dari 12 suku. Setelah raja Salomo wafat, Bangsa Israel pecah menjadi dua bagian. Bagian Selatan terdiri dari dua suku yaitu Yehuda dan Benjamin yang kemudian dikenal dengan nama Yehuda, atau dikenal dengan nama Yahudi. Kerajaan Selatan ini disebut Yehudah, ibukotanya Yerusalem, dan daerahnya dinamai Yudea. Bagian utara terdiri dari 10 suku, disebut sebagai Kerajaan Israel. Dalam perjalanan sejarah, 10 suku tersebut kehilangan identitas kesukuan mereka. Kerajaan utara Israel tidak lama bertahan sebagai sebuah negara dan hilang dari sejarah. Konon ketika penaklukan bangsa Assyria, banyak orang Kerajaan Utara Israel yang ditawan dan dibawa ke sebelah selatan laut Hitam sebagai budak. Sebagian lagi lari meninggalkan asalnya untuk menghindari perbudakan. Sementara itu Kerajaan Yehudah tetap exist hingga kedatangan bangsa Romawi. Setelah pemusnahan Yerusalem pada tahun 70 oleh bala tentara Romawi yang ...

Kapal Penyebrangan Ketapang Gilimanuk KM Tunu Pratama Jaya Tenggelam

                      KM Tunu Pratama Jaya (foto dok) BANYUWANGI - Kapal penyebrangan KM. Tunu Pratama Jaya tenggelam Ketapang-Gilimanuk Bali. Informasi Basarnas menjelaskan, kejadian KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam, Rabu (2/7/2025) pukul 23.20 WIB, membawa 53 penumpang, 12 kru kapal, dan 22 kendaraan. “Untuk penyebab secara pasti, belum dipastikan, proses evakuasi terkendala gelombang dan arus yang tinggu,” jelas basarnas KMP Tunu Pratama Jaya bertolak dari Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi sekitar pukul 22:56 WIB menuju Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali. Data informasi Polres Banyuwangi yang telah beredar peristiwa kapal tenggelam  terjadi Rabu 2 Juli 2025 Sekira pukul 23.15 Wib telah terjadi kapal tenggelam yaitu K.M. TUNU PRATAMA JAYA pada saat melakukan pelayaran dari Ketapang menuju Gilimanuk Bali di perairan Selat Bali. Kronologis awal kejadian yaitu sbb  disebutkan Pukul 22.28 Wib KM. TUNU PRATAM...

Pelabuhan Cirebon Terus Bertransformasi Menuju Pelabuhan Moderen

CIREBON- Kepala Kantor KSOP Kelas II Cirebon Ferry Anggoro Hendianto melaksanakan  kegiatan rakor bersama Stakeholder,yaitu Bea cukai,Imigrasi, Karantina Kesehatan, Karantina Tumbuhan dan hewan, dan Pelindo regional 2 Cirebon dan Pelindo Jakarta. Kegiatan itu telah mengusung tema, Stranas PK yaitu logistik nasional sebagai salah satu aksi tahun 2025-2026. “Beberapa hal yang didorong diantaranya berkaitan dengan digitalisasi kawasan logistik nasional serta track and trace system dalam peningkatan layanan serta perbaikan tata kelola,” ujar Ferry. Menurut Kepala KSOP Kelas II Cirebon, Ferry Anggoro bahwa kunjungan Tim Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK)  menjadi momentum penting untuk terus mendorong pembenahan tata kelola di pelabuhan. Kunjungan Tim Stranas PK meninjau langsung titik-titik layanan utama di pelabuhan, termasuk sistem pelayanan kapal, bongkar muat barang, hingga sistem digitalisasi perizinan yang telah diterapkan. “Pelabuhan Cirebon terus bertransfor...

Pencarian Korban Kapal Tenggelam Terus di Lakukan

BANYUWANGI- Ribut Eko Suyatno Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan BASARNAS selaku SMC (SAR Mission Coordinator) mengatakan, pencarian  hari ini, Jumat (4/7/2025) ada dua OSC (On Scene Coordinator), yaitu untuk wilayah Ketapang oleh Danlanal Banyuwangi, sedangkan untuk wilayah Gilimanuk oleh Kepala Kantor SAR Denpasar. Disebutkan ada delapan Satuan SAR Laut yang dikerahkan untuk melakukan pencarian di delapan area di wilayah perairan Selat Bali dari utara hingga selatan. Sejumlah Alut SAR laut yang digunakan, yaitu KRI Tongkol 517, KRI Teluk Ende 813, KN SAR 249 Permadi, KN SAR Arjuna, KNP Grantin, RIB 03 dan RBB Pos SAR Banyuwangi, serta RIB 01 Pos SAR Jembrana. Untuk  Satuan SAR Laut (SRU)  udara dikomandoi pleh Kepala Kantor SAR Surabaya. Adapun Alut udara yang digunakan, yaitu 1 unit helikopter BASARNAS Dauphin HR 3606, 1 unit helikopter milik Bali Air, serta 1 pesawat CN 235 dari Baharkam Polri. " Selain itu, pencarian udara juga dilakukan dengan menggunakan drone,”. Tim...

Pelindo Salurkan 200 Paket Sembako Bagi Yayasan Yatim Piatu Pelabuhan Gresik

GRESIK - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Cabang Gresik menyelenggarakan kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan menyalurkan 200 paket sembako kepada sejumlah yayasan yatim piatu di wilayah sekitar Pelabuhan Gresik.  Penyerahan bantuan secara simbolis dilaksanakan di Kelurahan Kemuteran, dan diserahkan langsung oleh General Manager Pelindo Cabang Gresik, Sutopo kepada perwakilan pengurus yayasan. Beberapa yayasan yang menerima bantuan di antaranya Yayasan Yatim Mandiri, Yayasan Darul Islam, Yayasan Cabang Muhammadiyah, Yayasan Yatim Piatu dan Dhuafa Khoirun Nisa.  Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Pelindo dalam menjalankan peran sebagai BUMN yang tidak hanya fokus pada kegiatan ekonomi dan operasional kepelabuhanan, tetapi juga aktif berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan sosial dan kualitas lingkungan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya. “Bantuan ini merupakan ungkapan rasa syukur...

Pergeseran Pejabat Kementerian Perhubungan Terus Bergulir

JAKARTA- Pergeseran pejabat di Kementerian Perhubungan terus bergulir ahir-ahir ini.  Para pejabat baru telah dilantik oleh  Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Novie Riyanto di Jakarta, Kamis (16/10/2024) Sebagai bagian penyegaran dalam penugasan.  Pejabat Eselon II yang dilantik antara lain:  1. Dr. Een Nuraini Saidah sebagai Kepala Sekretariat KNKT 2. Muhamad Arief Affandi, Kepala PPIT 3. Ernita Titis Dewi, Direktur Angkutan Jalan  4. Capt. Mochamad Abduh, Kepala Kantor KSOP Kelas I Tanjung Emas  5. Saham Amir Syarif, Kepala Disnav Tipe A Kelas I Belawan  6. Ir. Hernadi Tri Cahyanto, Kepala Disnav Tipe A Kelas I Palembang  7. Ferdinand Anon Bayu Aji, Kepala Disnav Tipe A Kelas I Tanjung Pinang  8. Bambang Siswoyo, Direktur Sarana Perkeretaapian  9. Ir. Bernadette. E. S. Mayashanti, Direktur Keselamatan Perkeretaapian  10. Ali Fikri, Kepala PPSDMAP    Pejabat Eselon III 11.Diah Mamalia, Kabag Tata Usaha, PFK...

SPMT Gresik Rutin Bersihkan Sampah Laut Kolam Dermaga

SPMT Gresik komitmen selalu rutin bersihkan dermaga 2kali seminggu GRESIK - Sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan maritim, PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) Branch Gresik secara konsisten melakukan kegiatan pembersihan sampah laut di kolam Dermaga Pelabuhan Gresik. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam menciptakan pelabuhan yang bersih, aman, dan ramah lingkungan. Pembersihan dilakukan secara rutin dua kali dalam satu minggu, dengan fokus pada pengangkutan sampah organik dan anorganik yang mengendap di sekitar perairan pelabuhan. Selain menjaga ekosistem laut, langkah ini juga bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan serta keselamatan operasional kapal nelayan dan pengguna jasa pelabuhan. Branch Manager PT Pelindo Multi Terminal Branch Gresik, Sutopo, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan sekitar. “Kami berkomitmen untuk terus melakukan pembersihan kolam pelabuhan secara r...