SURABAYA, PENDOBRAKNEWS.COM -Truk berukuran besar muatan Kapal roro sering mengalami kegagalan jika akan dinaikan kekapal. Trus kesulitan masuk menaiki Ramdor kapal dan acap sekali kmundur kedermaga yang sangat rawan keselamatan kapal dan truk bermuatan saat mundur ke dermaga.
Informasi yang berhasil dihimpun dan beberapa informasi dilokasi menyebut penyebab kendaraan truk tidak bisa melewati ramdor diduga karena truk ODOL over kapasitas muat dan mungkin truk sudah tua. Tidak jarang terjadi kenderaan yang sarat muatan terperosok lagi turun kedermaga, karena truk merupakan kendaraan ODOL (Over Dimensi Over Load) demikian seputar informasi yang berhasil.
Beberapa informasi menegaskan bahwa sering dihadapi dilapangan saat ketika keberangkatan kapal sering kali terlihat truk yang sarat muatan tidak sesuai ketentuan, biasanya supir maupun Ekspedisi melakukan penambahan muatan untuk mencari uang tambahan dan penambahan muatan ini kebanyakan dilakukan setelah Truk melewati Jembatan timbang di Pintu masuk Dermaga Jamrut Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
Ironisnya banyak perilaku Ekspedisi atau orang orang yang mengais rezeki menambah muatan truk saat truk parkir mengantri sebelum truk naik ke dalam Kapal. Modus itu sebenarnya bukan rahasia umum karena praktik itu sudah berlangsung bertahun tahun. Namun sikap kedeledoran dan menambah truk yang ditaruh diberbagai bahu atau dekat roda/ban selain bisa mengganggu keselamatan kapal berlayar juga tidak pernah mendapat teguran dari para petugas yang berkomitmen. Apakah karena ada upeti?. menjadi teka teka yang patut menjadi perhatian institusi bersangkutan.
Jika melihat lebih dekat bisa diketahui petugas yang berjaga dilokasi dermaga saat muatan terjadi diantaranya ada dari institusi Syahbandar,dari Otoritas Pelabuhan,Pelindo dan dibantu pihak Pelayaran. Tetapi dari sekian banyak yang mengawasi sangat minim melakukan tindakan penertiban. Salah satu kasus yang terjadi baru-baru ini, Rabu (3/11/ 2022) terdeteksi ada kegiatan pemuatan Truk berlangsung. Masih terlihat ada penambahan muatan Truk ODOL. Fakta tersebut bisa dipastikan truk kesulitan melewati Ramdor naik ke kapal.
Ketika dikonfirmasi pada petugas lapangan pelayaran PT.BLS. “Petugas di Dermaga tidak tau menahu patokan dari kantor truk yang sudah punya tiket dipersilahkan naik ke kapal itu yang kami tau”. “Silahkan konfirmasi ke kantor ke Pak Sutopo”. Ujarnya. Salah satu Kepala Seksi Kantor Syahbandar ketika akan dikonfirmasi diruangan ya sore harinya tidak ada ditempat. Salah satu staf Bidang P3, mengatakan yang bersangkutan telah pulang terangnya.
Sumber lain menyebut Kapal KM Haida Surabaya ini Milik PT.DLN namun pengoperasiannya diserahkan ke kedua perusahaan ini masih memiliki hubungan kerabat keluarga.
KMP Haida Surabaya (Ro-ro) ini baru beroperasi ditrayek Surabaya-Banjar,disebutkan hari ini adalah pelayaran yang ke sepuluh kali berangkat dari Surabaya Tanjung Perak Menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin Kalsel, hari ini Rabu 2 November 2022 kapalnya sandar didermaga Jamrud GSN.
Pada saat kegiatan bongkar muat Di Dermaga terlihat Sejumlah Truk Besar Gagal naik ke atas kapal setelah mencoba menaiki Ramdoore ternyata truk yang sarat muatan ini terpaksa mundur. Selain sarat muatan dibelakang truk juga ditambah muatan gantung sekitar satu setengah meter hingga dua meter menggantung (Gayor ).
Terlihat Sejumlah petugas yang berjaga dilapangan tidak bisa berbuat banyak terhadap kegiatan truk yang muatannya Gayor atau ODOL (Over Dimensi Over Laod),mereka sebatas membantu mengarahkan untuk memperlancar aktifitas bongkar muat dari kapal maupun yang naik kekapal. (Tim)

