SURABAYA - Perang timur tengah yang berkelanjutan, telah Penutup Selat Hormuz oleh Iran, jalur yang dilalui sekitar 25% perdagangan minyak dunia mengguncang pasar energi global. Dalam periode 27 Februari-9 Maret 2026, harga minyak Brent melonjak menjadi US$91,8 per barel (+27%), sementara harga gas mencapai €55,8 per MWh (+74%). Lonjakan harga energi tentu berpotensi mendorong kenaikan harga pangan dan memperberat biaya hidup, terutama bagi kelompok rentan, di tengah ruang fiskal banyak negara berkembang yang semakin terbatas. Perang berdampak di Indonesia. Sejak memanasnya konflik pada 18 Februari, tercatat arus modal keluar dari pasar obligasi sebesar US$0,41 miliar hingga 6 Maret 2026. Tekanan ini turut melemahkan rupiah yang pada 9 Maret sempat menyentuh Rp18.000 per dolar AS sebelum ditutup di sekitar Rp16.974 per dolar AS. Jika harga minyak bertahan tinggi, defisit APBN berpotensi melebar melampaui 3% PDB tanpa penyesuaian kebijakan/revisi anggaran. Bagian dari dampak ...
Data Otentik Berita Akurat