Kunjungan Menteri Perhubungan ke Tanjung Perak, Terungkap Pelayaran Yang Sama Dua kali Mengalami Kebakaran Kapal
SURABAYA - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, turun meninjau peristiwa terbakarnya KMP. Mutiara sentosa 2. Peristiwa itu merupakan momen penting untuk perbaikan dan evaluasi bagi moda transportasi laut agar kejadian serupa tidak terulang lagi harap menteri Perhubungan kepada semua stakeholder dan pihak terkait.
Penyelengara Transportasi perhubungan Laut pada Minggu siang ketika meninjau para korban di gedung Gapura Surya Nusantara. Dalam kasus kebakaran kapal ini ditemukan penumpang yang tidak terdata di manifes kapal dan juga ada lima orang bayi yang tidak masuk manifes kapal.
Sementara itu informasi berkembang dilapangan terungkap bahwa Kapal Penumpang Mutiara Sentosa 1 milik Perusahaan pelayaran yang sama pernah mengalami musibah kebakaran di tahun 2017. Peristiwa itu terjadi ketika itu jumat, 19 Mei 2017, sekitar pukul 18.00–19.30 WIB di perairan Masalembu, Kabupaten Sumenep, rute pelayaran Tanjung Perak, Surabaya -Balikpapan.
Sebelum Kunjungan Menteri Perhubungan ke Lokasi penanganan Korban, “PT.Pelindo Sub Regional Jawa Regional 3 langsung mempersiapkan Posko Siaga 24 jam bagi para korban untuk di tangani sesuai kebutuhan dan kondisi para korban dan juga memfasilitasi pemberangkatan atau kepulangan para korban sesuai daerah tujuan masing-masing” Ungkap Purwanto Widodo pada wartawan Di Gedung GSN Tanjung Perak Surabaya Minggu pagi.
Evakuasi tim Penyelamatan berjalan lancar dengan mengerahkan semua pihak terkait dalam satu koordinasi, sekitar 200 penumpang berhasil di evakuasi kedarat dan 5 orang meninggal dunia dan 40 orang hilang dan masih dilakukan pencarian di sudut sudut dan lokasi kejadian kebakaran KMP.
Mutiara Sentosa 2 ini kapal yang seyogianya berangkat dari pelabuhan Tanjung Perak Surabaya tujuan Pelabuhan Makasar Sulawesi Selatan namun naas mengalami kebakaran perairan Utara Madura.
Informasi resmi atas insiden bahaya itu baru diterima oleh Kemenhub RI melalui Dirjen Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud pada Minggu 2 Agustus 2026 pukul 08.30 WIB kemudian disiarkan ke instansi-instansi jajarannya dan Basarnas di Surabaya, Kalianget Sumenep dan Makassar terkait pergerakan cepat pihaknya dalam proses pertolongan, penyelamatan dan evakuasi para penumpang.
Kapal Roro jurusan Surabaya – Makassar itu mendadak terbakar disaat mengarungi perairan utara Sumenep dengan memuat puluhan penumpang orang dan beberapa truk bermuatan logistik serta barang-barang kebutuhan masyarakat sehari-hari masih tertahan di dalam kapal
Pihak berwajib belum bisa memastikan penyebab kebakaran kapal Mutiara Sentosa 2 di tengah perairan itu, namun dugaan sementara api berasal dari truk bermuatan barang yang mudah terbakar, dan semua penumpang panik melihat api dan asap tebal dari kapal yang ditumpangi mereka.
Pernyataan Dirjen Hubla menyebutkan, fokus utama pihaknya saat kebakaran besar Mutiara Sentosa 2 Minggu pagi kemarin, adalah memastikan proses evakuasi seluruh penumpang dan awak kapal dapat berlangsung dengan cepat, lancar, optimal dan aman.
KSOP Kalianget Segera Menginfokan
KSOP Kalianget, Azwar Anas, sungguh bertindak cepat menyiarkan terjadinya kebakaran kapal penumpang dan kendaraan KM.Mutiara Sentosa 2 selanjutnya berkoordinasi dengan Basarnas dan kebakaran Mutiara Sentosa 2 dalam kondisi cuaca cerah berawan.
Dengan tindakan yang sigap, para penumpang kapal KM Mutiara Sentosa 2 bisa terselamatkan dengan cepat karena pertolongan pada saat yang sama datang dari Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai KPLP, Basarnas,Polres langsung bergerak cepat.
Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi datang meninjau posko terpadu di GSN dan duduk berdialog dengan para korban. Sementara pihak Pelindo Tg.Perak menyiapkan sejumlah layanan kesehatan dan ruang istirahat bagi para korban dan keluarganya.
“Kami mendukung proses identifikasi sekaligus memberikan pelayanan kepada para penumpang yang tiba di Surabaya”, ujar Sub Regional Head Jawa PT.Pelabuhan Indonesia Regional 3, Purwanto Wahyu Widodo kepada Wartawan di GSN. (martin/red/****)
