Pelindo Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Melalui Program Teman Nelayan, Limbah Kerang Diolah Jadi Produk Bernilai Ekonomi
SURABAYA - PT Pelabuhan Indonesia Persero) atau Pelindo terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pemberdayaan masyarakat pesisir melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Salah satunya diwujudkan melalui keberlanjutan Program Pelindo Teman Nelayan yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat khususnya nelayan, salah satunya pengolahan limbah cangkang kerang menjadi produk bernilai tambah dan berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat.
Sebagai bagian dari keberlanjutan program tersebut, Pelindo bekerjasama dengan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Perwakilan Jawa Timur menyelenggarakan Pelatihan Pengolahan Limbah Kerang di Aula Lantai 2 Gedung Sentra Ikan Bulak (SIB), Kelurahan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Surabaya, Rabu (28/10/2026). Kegiatan ini diikuti sebanyak 30 peserta yang terdiri dari kelompok pengolahan limbah kerang RT 03 Kedung Cowek, masyarakat pesisir, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berkaitan dengan pengolahan kerang.
Program Pelindo Teman Nelayan merupakan salah satu bentuk kontribusi perusahaan dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui optimalisasi potensi lokal. Program ini juga sejalan dengan komitmen Pelindo dalam penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya pada aspek pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan pesisir.
Sub Regional Head Jawa PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Purwanto Wahyu Widodo, menyampaikan bahwa Pelindo berkomitmen untuk menghadirkan program TJSL yang tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga mampu menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengembangan keterampilan dan pemanfaatan potensi yang tersedia di lingkungan sekitar.
“Melalui Program Pelindo Teman Nelayan, kami ingin mendorong masyarakat pesisir agar mampu mengembangkan potensi lokal menjadi kegiatan produktif yang memiliki nilai ekonomi. Pengolahan limbah cangkang kerang merupakan salah satu peluang yang dapat dikembangkan, sehingga material yang sebelumnya kurang dimanfaatkan dapat diolah menjadi produk bernilai tambah sekaligus membantu menjaga kebersihan lingkungan pesisir,” ujar Purwanto.
Ia menambahkan, keberhasilan program pemberdayaan masyarakat membutuhkan kesinambungan antara bantuan sarana produksi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pendampingan dalam pengembangan usaha. Oleh karena itu, Pelindo terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak agar manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
Program Pelindo Teman Nelayan sendiri telah berjalan sejak 2025 dengan sasaran Kelompok Pengolahan Limbah Kerang RT 03 Kelurahan Kedung Cowek. Pada tahap awal, Pelindo telah memberikan dukungan senilai Rp56 juta berupa pengadaan mesin Hammermill dan mesin Diskmill Custom, peralatan pendukung, pelatihan dan pendampingan, branding produk, serta dukungan pemanfaatan tempat atau workshop melalui kerjasama dengan Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kota Surabaya.
Memasuki tahun 2026, program dilanjutkan dengan dukungan senilai Rp14,04 juta untuk penyelenggaraan pelatihan pengolahan limbah kerang, termasuk penyediaan pemateri dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik dan praktisi dunia usaha serta kebutuhan pendukung kegiatan lainnya. Dengan demikian, total dukungan Pelindo untuk Program Pelindo Teman Nelayan selama periode 2025–2026 mencapai Rp70,04 juta.
Penanggung Jawab Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pelindo Sub Regional Jawa, Sulistianingsih, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan tahapan lanjutan untuk memperkuat kemampuan kelompok masyarakat dalam mengoperasikan peralatan sekaligus meningkatkan kualitas pengolahan limbah kerang menjadi produk yang memiliki nilai jual.
“Program ini merupakan kelanjutan dari kegiatan yang telah kami inisiasi sejak 2025 melalui pemberian bantuan mesin Hammermill, Diskmill Custom, dan berbagai sarana pendukung lainnya. Tahun ini kami melanjutkannya melalui pelatihan yang menghadirkan praktisi dan narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik agar masyarakat mendapatkan pengetahuan serta keterampilan yang lebih komprehensif dalam pengolahan limbah kerang, dan tentu saja ini sebuah inovasi bagaimana mengolah limbah yang menjadi permasalahan masyarakat pesisir di Indonesia, menjadi sebuah produk yang bernilai ekonomi, penumpukan limbah kerang yang sangat massif menjadi permasalahan yang harus segera dicarikan solusinya” jelas Sulistianingsih.
Menurutnya, program tersebut mulai menunjukkan perkembangan positif. Kelompok Pengolahan Limbah Kerang RT 03 Kedung Cowek telah berhasil menghasilkan produk tepung cangkang kerang yang saat ini sedang dalam proses pengurusan izin edar. Capaian tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam pengembangan hasil olahan agar ke depan dapat dipasarkan secara lebih luas sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia berharap melalui pelatihan ini, para peserta dapat meningkatkan keterampilan dalam proses produksi, memahami potensi pengembangan produk, serta mengoptimalkan pemanfaatan limbah kerang sebagai peluang usaha baru. Selain memberikan tambahan potensi pendapatan keluarga, kegiatan ini juga diharapkan mampu mengurangi timbunan limbah dan mendukung kebersihan kawasan pesisir.
Sementara itu, Kepala Perwakilan IZI Jawa Timur, Helmy Bachtiar, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin bersama Pelindo dalam menghadirkan program pemberdayaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat pesisir.
“IZI berupaya menjadi jembatan kolaborasi antara dunia usaha dan masyarakat agar berbagai program pemberdayaan dapat terlaksana secara tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata. Kami berharap melalui Program Pelindo Teman Nelayan ini, masyarakat pesisir Kenjeran tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga mampu mengembangkan potensi yang dimiliki menjadi peluang usaha produktif untuk meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga,” ungkap Helmy.
Dalam pelaksanaannya, pelatihan ini menghadirkan pemateri dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik serta praktisi dunia usaha, Nur Iskak. Kegiatan juga melibatkan dukungan pemerintah setempat, termasuk Kecamatan Bulak, Kelurahan Kedung Cowek, Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kota Surabaya, serta pengelola Sentra Ikan Bulak.
Melalui kolaborasi dan pendampingan yang berkelanjutan, Pelindo berharap kelompok pengolahan limbah kerang Kedung Cowek dapat semakin berkembang, baik dari sisi kapasitas produksi, kualitas produk, maupun pengelolaan usaha. Kedepan, pengolahan limbah cangkang kerang diharapkan tidak hanya menjadi solusi pemanfaatan limbah pesisir, tetapi juga berkembang sebagai salah satu sumber ekonomi alternatif bagi masyarakat dan menjadi sentra pengolahan limbah kerang di Surabaya Utara.
Pelindo berkomitmen untuk terus menjalankan program TJSL yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi lokal, serta pelestarian lingkungan. Melalui Program Pelindo Teman Nelayan, perusahaan berharap dapat menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat pesisir sekaligus mendukung terciptanya lingkungan pelabuhan dan kawasan pesisir yang lebih bersih, produktif, dan berdaya saing.(mtin)
