Langsung ke konten utama

DLU dan Sesditjen Perhubungan Tekan Kendaraan ODOL dan Barang Berbahaya


                         
SURABAYA - PT Dharma Lautan Utama (DLU) merupakan Operator Kapal Roro yang telah menjangkau pulau-pulau seluruh Nusantara. Kesuksesan itu tentu tidak diraih begitu saja, tetapi karena kepatuhan dengan ketentuan keselamatan berlayar sesuai dengan Undang Undang pelayaran.

Dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, bahwa keselamatan pelayaran mencakup aspek kelaiklautan kapal, keselamatan konstruksi, kenavigasian, serta kepatuhan pada standar internasional seperti SOLAS, STCW, dan ISM Code.

PT. Dharma Lautan Utama (DLU) dalam kegiatan kampanye keselamatan pelayaran, Senin (3/11/2026)  bersama Ditjen hubla di Dermaga Terminal Penumpang Gapura Nusantara (GSN) Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya yang di hadiri instansi terkait. 
Persoalan Kendaraan dengan muatan dan dimensi berlebih atau over dimension over loading (ODOL) sudah bertahun-tahun tak selesai hingga kejadian kecelakakaan dilaut termasuk pemicu salah satu kelalaian tersebut, sehingga PT. Dharma Lautan Utama bersama Ditjen Hubla sepakat cegah kecelakaan  di laut bisa berkurang hingga teratasi lebih baik kedepan.

Menurut Direktur Utama PT Dharma Lautan Utama (DLU), Erwin H. Poedjono, mengingatkan pentingnya keselamatan pelayaran kami akan memperketat pemeriksaan kendaraan truk bermuatan sebelum memasuki kapal guna memastikan seluruh muatan sesuai dengan kapasitas dan ketentuan keselamatan pelayaran.

“Keselamatan Adalah Kebutuhan dan Tanggung Jawab Bersama” di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, ujarnya Selasa (3/11/2026). 

Kata Erwin, kendaraan ODOL membawa sejumlah potensi bahaya yang tidak boleh dianggap sepele. Karena Ketidakakuratan data berat kendaraan dapat menyebabkan ancaman kenyamanan . Apabila beban keseluruhan melampaui kapasitas, kapal berisiko mengalami penurunan sarat hingga melewati batas garis muat yang diizinkan. Kondisi tersebut dapat membahayakan keselamatan pelayaran.

“Distribusi muatan yang tidak tepat juga berpotensi mengganggu stabilitas kapal, karena beban berlebih pada roda atau sumbu kendaraan dapat melampaui kemampuan geladak dan pintu rampa sehingga berisiko merusak konstruksi kapal. 

Bagi Kendaraan terlalu besar dapat mempersempit ruang gerak awak kapal, terutama ketika melakukan pemeriksaan maupun menghadapi keadaan darurat. Bahkan, kendaraan dengan ketinggian berlebih berpotensi menghalangi sistem pemadam kebakaran atau sprinkler. Akibatnya, penanganan kebakaran di atas kapal dapat menghadapi hambatan”, tegas Erwin.

Atas dasar itu, Erwin meminta seluruh pemangku kepentingan tidak menganggap pemeriksaan kendaraan sebagai formalitas sebelum keberangkatan. Penguatan pengawasan berat dan dimensi kendaraan harus menjadi bagian penting dari sistem keselamatan pelayaran.

Selain ODOL, “perlu memperhatikan juga pada pengangkutan barang berbahaya. Bahan mudah terbakar, gas bertekanan tinggi, hingga jenis bahan kimia tertentu membutuhkan penanganan khusus karena memiliki potensi risiko apabila tidak diangkut sesuai prosedur”, ungkap Erwin.

Erwin menegaskan, pemilik barang dan perusahaan ekspedisi harus memberikan informasi muatan secara benar sejak awal. Penerimaan barang berbahaya wajib memperhatikan jenis barang, persyaratan pengangkutan, kesesuaian kapal, kemasan, pelabelan, penempatan, hingga pemisahan dengan barang lainnya.

Seluruh proses tersebut harus mengacu pada ketentuan International Maritime Dangerous Goods (IMDG) Code.

“Keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab kita bersama. Seluruh pihak perlu berkoordinasi dengan baik sejak persiapan keberangkatan sampai dengan kapal tiba di tujuan,” sebut Erwin.

Di sisi lain, kita terus menjaga kesiapan armadanya melalui pemeliharaan kapal, pemeriksaan peralatan keselamatan, peningkatan kompetensi awak, serta pengawasan terhadap ketertiban pemuatan.

Seluruh kapal perusahaan dipastikan memenuhi ketentuan pemerintah, standar biro klasifikasi, dan regulasi internasional yang berlaku, tandasnya

Erwin mengingatkan, untuk keselamatan pelayaran tidak hanya ditentukan oleh kondisi kapal dan kecakapan awak, harus didukung Ketepatan data kendaraan, kepatuhan pemilik barang, serta ketelitian dalam proses pemuatan menjadi mata rantai yang sama pentingnya.
Senada dengan Anggota DPR RI Komisi VII Bambang Haryo Soekartono (BHS) turut memberikan apresiasi untuk kegiatan kampanye keselamatan pelayaran. Ia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, regulasi Organisasi Maritim Internasional (IMO), hingga International Safety Management Code (ISM Code).

“Kita sangat mengharapkan transportasi ini bisa menuju zero accident dan zero korban. Keselamatan itu adalah harga diri dan harga mati, tidak bisa ditoleransi,” ucap Bambang.

Turut menyampaikan, Kepala KSOP Tanjung Perak Lollan Andy Sutomo Panjaitan, sangat pentingnya komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan dalam menjalankan peran sesuai ketentuan keselamatan. Melalui simulasi berisikan “Kode Matahari Terbit” hingga “Kode Matahari Terbenam”, PT DLU bersama para pemangku kepentingan menegaskan bahwa keselamatan pelayaran harus teruji secara nyata demi melindungi setiap jiwa di laut.

Samsudin Plt Dirjenhubla menjelaskan, sangat sepakat dengan penertiban ODOL kedepannya. Karena itu sangat penting untuk keselamatan pelayaran. Terima kasih atas kerja samanya dalam rangka pelaksanaan kampanye keselamatan ini. Kita berharap ke semua stakeholder dapat tumbuh menjadi sebuah budaya keselamatan.

Dalam kegiatan kampanye keselamatan pelayaran melalui simulasi tanggap darurat penanganan kebakaran dan evakuasi penumpang dalam hal ini bekerja sama dengan PT. DLU. “Simulasi ini tentunya menjadi sangat penting karena kalau kita lihat beberapa waktu yang lalu terjadi kebakaran ini, tentunya nanti akan melibatkan banyak pihak Oleh karena itu atas nama Direktur Jenderal Perhubungan Laut mendukung terselenggaranya kegiatan ini kolaborasi antara pemerintah operator dan seluruh pemangku kepentingan nyata komitmen dalam wujudkan transportasi laut yang selamat aman dan handal penanganannya”, pesan Samsudin.

Tambah Samsudin, Kami berharap, agar taat kepetuan terhadap ketentuan operasional kapal tidak boleh ada praktik kelebihan muatan maupun pemuatan barang berbahaya yang tidak sesuai dengan ketentuan. Hingga setiap kegiatan operasional harus memperhatikan stabilitas kapal dan batas kemampuan angkutnya. 

Perlunya penguatan koordinasi dan sinergi penanganan keadaan darurat tentunya membutuhkan kerjasama yang solid antara regulator operator kapal badan usaha pelabuhan tni polri basarnas dan seluruh unsur-unsur yang terkait terlebih lagi menjelang angkutan natal tahun 2026 dan tahun baru 2027. (mtin)



Update News

Persamaan Bangsa Israel dan Suku Batak

SAMOSIR [DOBRAKNEWS.COM] Bangsa Israel kuno terdiri dari 12 suku. Setelah raja Salomo wafat, Bangsa Israel pecah menjadi dua bagian. Bagian Selatan terdiri dari dua suku yaitu Yehuda dan Benjamin yang kemudian dikenal dengan nama Yehuda, atau dikenal dengan nama Yahudi. Kerajaan Selatan ini disebut Yehudah, ibukotanya Yerusalem, dan daerahnya dinamai Yudea. Bagian utara terdiri dari 10 suku, disebut sebagai Kerajaan Israel. Dalam perjalanan sejarah, 10 suku tersebut kehilangan identitas kesukuan mereka. Kerajaan utara Israel tidak lama bertahan sebagai sebuah negara dan hilang dari sejarah. Konon ketika penaklukan bangsa Assyria, banyak orang Kerajaan Utara Israel yang ditawan dan dibawa ke sebelah selatan laut Hitam sebagai budak. Sebagian lagi lari meninggalkan asalnya untuk menghindari perbudakan. Sementara itu Kerajaan Yehudah tetap exist hingga kedatangan bangsa Romawi. Setelah pemusnahan Yerusalem pada tahun 70 oleh bala tentara Romawi yang ...

Kasus Perdata PT SJA di Putus tanpa Menggunakan Bukti Persidangan

SURABAYA [DOBRAKNEWS.COM] Kasus sengketa perdata PT Santos Jaya Abadi yang diadukan ke badan pengawas (Bawas) Mahkamah Agung. Kasus ini merupakan yang kedua setelah pernah di adukan ke Komisi Yudisial, sehingga terkesan sudah jatuh kembali ketimpa tangga. Menurut Kukuh Pengacara PTSantos Jaya. Ia menduga majelis hakim banding yang menangani perkara tersebut mengabaikan fakta-fakta yuridis dalam perkara gugatan warisan saham PT Santos Jaya Abadi (SJA) dengan Lenny Setyawati dan Wiwik Sundari Guntur.   PN Surabaya lanjut Kukuh, majelis hakim yang terdiri dari Erri Mustianto (ketua), Bambang Kusmunandar dan Sigit Purwoko, masing-masing sebagai anggota, telah membuat putusan yang menyimpang dengan hal-hal dalam persidangan. Sehingga mengabulkan gugatan Lenny dan Wiwik. Dengan menyatakan bahwa PT SJA dengan produksi kopi merek kapal api, didirikan oleh Go Soe Loet pada 18 Mei 1979. "Padahal, tidak ada bukti pendirian PT SJA pada tahun tersebut dan tak ada bukti kepemilika...

Pergeseran Pejabat Kementerian Perhubungan Terus Bergulir

JAKARTA- Pergeseran pejabat di Kementerian Perhubungan terus bergulir ahir-ahir ini.  Para pejabat baru telah dilantik oleh  Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Novie Riyanto di Jakarta, Kamis (16/10/2024) Sebagai bagian penyegaran dalam penugasan.  Pejabat Eselon II yang dilantik antara lain:  1. Dr. Een Nuraini Saidah sebagai Kepala Sekretariat KNKT 2. Muhamad Arief Affandi, Kepala PPIT 3. Ernita Titis Dewi, Direktur Angkutan Jalan  4. Capt. Mochamad Abduh, Kepala Kantor KSOP Kelas I Tanjung Emas  5. Saham Amir Syarif, Kepala Disnav Tipe A Kelas I Belawan  6. Ir. Hernadi Tri Cahyanto, Kepala Disnav Tipe A Kelas I Palembang  7. Ferdinand Anon Bayu Aji, Kepala Disnav Tipe A Kelas I Tanjung Pinang  8. Bambang Siswoyo, Direktur Sarana Perkeretaapian  9. Ir. Bernadette. E. S. Mayashanti, Direktur Keselamatan Perkeretaapian  10. Ali Fikri, Kepala PPSDMAP    Pejabat Eselon III 11.Diah Mamalia, Kabag Tata Usaha, PFK...

Sejumlah Pejabat di Lingkungan Kemenhub di Lantik dan Dikukuhkan

JAKARTA - Menteri Perhubungan melantik dan mengukuhkan pejabat di lingkungan Kementerian Perhubungan, Jumat (9/5/2025). Dalam kesempatan itu, dilantik dan dikukuhkan di antaranya pejabat Eselon I oleh Menhub.  Berikut daftar pejabat yang dilantik;  1. Novie Riyanto Rahardjo sebagai Staf Ahli Bidang Reformasi Birokrasi  2. Arif Toha sebagai Inspektorat Jenderal  3. Capt. Antoni Arif Priadi sebagai Sekretaris Jenderal  4. Mohamad Risal Wasal sebagai Dirjen Integrasi Transportasi dan Multimoda  5. Subagiyo sebagai Staf Ahli Bidang Keselamatan Transportasi  6. Robby Kurniawan sebagai Staf Ahli Bidang Kawasan dan Lingkungan  7. Irjen Pol Capt. Hermanta sebagai Kepala Badan Kebijakan Transportasi  8. Suharto sebagai Staf Ahli Bidang Teknologi dan Energi  9. Yufridoj Gandoz Situmeang sebagai Staf Ahli Bidang Logistik  10. Djarot Tri Wardhono sebagai Kepala BPSDMP  11. Muhammad Masyhud sebagai Dirjen Perhubungan Laut  12. Aan Suha...

Abdul Rofid Fanani Korban, Menejer dan Asmen Sampit "Terseyum"

SURABAYA, [DOBRAKNEWS.COM] -Direksi PT Pelindo III belum menepati mencopot jabatan rekan-rekan Abdul Rofid Fanany (ivan). "Mereka" masih tetap menduduki jabatan masing-masing dan masih leluasa melakukan tugas jabatan masing-masing. Ada kesan Abdul Rofid fanany dikorbankan dari jabatannya sebagai GM Pelindo III Cilacap.   Direktur Personalia dan Umum, Edy Hidayat Nurjaman memberi penjelasan, sanksi akan diberikan kepada pegawai yang berkolusi dengan Ivan. Adapun para pegawai yang terlibat berkolusi sebelumnya terungkap diantaranya menejer usaha dan asmen. Mereka disebut terlibat berkolusi dengan Ivan dari uang sewa peralatan perusahaan dengan cara pemalsuaan nota tagihan. Lambannya pihak direksi memberikan sanksi kepada bawahannya dapat menimbulkan beberapa tudingan miring dibalik pencopotan Ivan. Informasi yang dihimpun Dobraknews.com di lingkungan PT Pelindo III, pencopotan hanya dialami Abdul Rofid Fanany. Sementara Menager Usaha dan empat Asmen Sampit masih menjabat d...

Sejumlah Pejabat di Lingkungan Kemenhub di Rotasi

                                  foto repro   JAKARTA- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan penyegaran pejabat dan merotasi pejabat dilingkungan Kementerian Perhubungan, Kamis, (10/10/2024), Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melantik para pejabat dan sembilan di antaranya pejabat Eselon II, yakni  1. Dr. Siti Maimunah sebagai Kepala Disnav Tipe A Klas I Makassar  2. Capt. Weku Frederik Karuntu, sebagai Kepala Disnav Tipe A Klas I Tanjung Perak 3. Heru Susanto, sebagai Kepala Kantor KSOP Klas I Balikpapan  4. Capt. Bharto Ari Raharjo, sebagai Kepala Kantor KSOP Khusus Batam  5. Agustono, Kepala Kantor UPBU Klas I Utama Juwata  6. Bambang Hartato, Kepala Kantor Otban Klas I Wilayah II Kualanamu –Medan  7. Sokhib Al Rokhman, Direktur Balai Besar Kalibrasi Fasilitas Penerbangan  8. Cecep Kurniawan, Kepala Kantor Otban Klas I Wilayah IV Ngurah Rai –Denpasa...

Pejabat Struktural KSOP Kelas II Gresik Berganti

GRESIK - Pergeseran pejabat dilingkungan Kementerian Perhubungan, direktorat Perhubungan Laut (dirjenhubla)  terus bergulir. Kepala Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas II Gresik telah diserah terimakan  berlangsung di Gedung Nasional Indonesia (GNI), Pemerintah Kabupaten Gresik, Pada Kamis (22/5/2025) berlangsung hikmat dengan lantunan pantun masing masing pejabat. Acara serah terima di hadiri instansi Sub Regional Jawa Pelabuhan Gresik, Polres Pelabuhan Gresik, Dandim Gresik, Pemkab Gresik, dan Stakeholder. Kantor KSOP kelas II Gresik  kini telah  dibawah kendali kepemimpinan  Capt. Herbert Elisa Paruntungan Marpaung sebagai Kepala KSOP Gresik. Sebelumnya menjabat sebagai Kepala KSOP Benoa Bali. Sementara Hotman Siagian berpindah tugas menjabat sebagai Kepala KSOP Sampit Kalimatan Selatan. Hotman Siagian mengatakan, kami mohon pamit bergeser dengan tugas baru, kami tetap komitmen dalam rangka meningkatkan integritas pelayanan yang optimis teru...