Langsung ke konten utama

BHS Anggota DPR RI : Keselamatan Pelayaran Perlu Melihat Seluruh Perangkat Keselamatan, Bukan Hanya Sekoci

JAKARTA - Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Bambang Haryo Soekartono (BHS) mengkritik kebijakan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang membatasi jumlah penumpang kapal penumpang dan kapal roll-on roll-off (ro-ro) berdasarkan kapasitas sekoci yang tersedia.
BHS menilai kebijakan tersebut berpotensi menyulitkan masyarakat yang mengandalkan transportasi laut, terutama jika kapasitas angkut kapal jauh lebih besar dibandingkan jumlah penumpang yang dihitung berdasarkan kapasitas sekoci.

Menurut BHS, jumlah penumpang yang dapat diangkut bahkan berpotensi hanya sekitar 20 persen dari kapasitas kapal karena umumnya kapal hanya memiliki dua sekoci.

Padahal, kata dia, kapal penumpang dan feri telah dilengkapi perangkat keselamatan lain, termasuk liferaft dengan kapasitas lebih dari 125 persen dari total penumpang.

"Indonesia adalah negara kepulauan. Transportasi laut menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat, terutama masyarakat bawah yang jumlahnya lebih besar dibandingkan masyarakat menengah ke atas," ujar BHS di Gedung Nusantara II DPR RI, Jakarta, Selasa (6/10/20206).

BHS mengatakan tidak semua masyarakat memiliki kemampuan menggunakan transportasi udara. Terlebih, tarif penerbangan juga mengalami kenaikan.

Karena itu, dia meminta kebijakan pembatasan penumpang berdasarkan kapasitas sekoci dikaji kembali agar tidak berdampak pada akses masyarakat terhadap transportasi laut.

BHS juga mempertanyakan efektivitas sekoci sebagai satu-satunya acuan dalam menentukan kapasitas penumpang. Menurut dia, sekoci membutuhkan proses pengoperasian yang relatif rumit dan tidak selalu mudah digunakan ketika kapal mengalami kondisi darurat.

Dalam sejumlah kecelakaan, kata BHS, kru kapal bahkan tidak sempat menurunkan sekoci. Jika berhasil diturunkan, sekoci juga berpotensi terbawa jauh dari lokasi kecelakaan.

Dia mencontohkan kecelakaan KM Senopati Nusantara di perairan Semarang-Karimunjawa. Dua sekoci kapal tersebut berhasil diturunkan, tetapi kemudian ditemukan jauh dari lokasi kecelakaan.

Satu sekoci ditemukan di Masalembo dan satu lainnya di Sulawesi Selatan dengan jarak sekitar 300 mil dari lokasi kejadian. Delapan penumpang yang berada di dalam sekoci ditemukan meninggal dunia.

Sementara itu, sekitar 200 hingga 235 orang ditemukan selamat, termasuk penumpang yang bertahan menggunakan liferaft dan life jacket sebelum mendapatkan pertolongan dari kapal yang melintas.

"Sehingga bisa dikatakan, dalam penyelamatan, yang paling penting adalah penggunaan pelampung yang bisa membantu penumpang bertahan hingga 2 x 24 jam, serta alat keselamatan seperti life raft atau perahu karet," kata BHS.

Dia juga menyinggung kecelakaan KM Barcelona di Sulawesi Utara. Menurut BHS, kapal tersebut tidak memiliki sekoci, tetapi dilengkapi liferaft dan alat keselamatan sesuai kapasitas penumpang.

Saat terjadi kebakaran, penumpang menggunakan pelampung dan terjun ke laut sebelum bertahan selama berjam-jam hingga mendapatkan pertolongan nelayan.

"Lebih dari 500 penumpang berhasil selamat dan satu penumpang meninggal dunia di kapal," ujarnya.

BHS juga mencontohkan kecelakaan kapal feri Putri Yasmin. Dalam kejadian tersebut, rescue boat disebut tidak sempat diturunkan sehingga proses penyelamatan mengandalkan berbagai alat keselamatan serta bantuan nelayan dan kapal yang melintas.

Menurut BHS, sistem keselamatan pelayaran perlu melihat seluruh perangkat keselamatan, bukan hanya sekoci. Dia menyebut sejumlah negara seperti Jepang, Kanada, Filipina, dan Hong Kong juga menggunakan inflatable life raft maupun rigid life raft dalam sistem keselamatan pelayaran domestik.

"Rigid life raft memiliki ketangguhan dalam menghadapi cuaca ekstrem dan laut dengan gelombang besar dibandingkan sekoci. Dengan peralatan tersebut, proses pertolongan dapat dilakukan lebih cepat dibandingkan sekoci yang memiliki risiko terbalik, rusak, atau bahkan tenggelam," katanya.

Selain alat keselamatan, BHS menilai kecepatan respons tim penyelamat juga menjadi faktor penting dalam menyelamatkan korban kecelakaan kapal.

Dia meminta Basarnas, Coast Guard, KPLP, dan Polair memiliki response time yang terukur.

"Seperti halnya di Jepang, Filipina, Hong Kong, dan Australia yang mempunyai response time pertolongan antara satu hingga tiga jam. Sedangkan di Indonesia masih belum mempunyai response time yang terukur," ujar BHS.

Menurut dia, belum terukurnya waktu respons membuat nelayan dan kapal-kapal yang kebetulan melintas kerap menjadi pihak pertama yang memberikan pertolongan.

BHS mencontohkan kecelakaan KM Barcelona, Putri Yasmin, dan KMP Yunicee di Ketapang yang menunjukkan peran besar nelayan dan kapal yang melintas dalam proses penyelamatan korban.

Dia pun meminta pemerintah memperkuat kapasitas dan anggaran tim penyelamat.

BHS menyebut anggaran SAR Filipina sekitar Rp8,5 triliun dan Coast Guard Jepang sekitar Rp27 triliun. Sementara anggaran Basarnas di Indonesia disebut berada di kisaran Rp1 triliun.

"Tim penyelamat ini sangat penting sebagai garda terakhir penyelamatan penumpang yang terapung-apung dengan menggunakan life jacket, life raft, rigid raft, dan bahkan sekoci jika tersedia. Anggaran untuk tim penyelamat ini harus cukup," tegasnya.

BHS menegaskan keselamatan pelayaran harus tetap menjadi prioritas. Namun, dia meminta kebijakan keselamatan tidak hanya berfokus pada kapasitas sekoci karena kapal memiliki perangkat keselamatan lain.

"Jangan sampai kebijakan mengenai pemasangan atau kapasitas sekoci yang harus disesuaikan dengan kapasitas angkut kapal justru menyulitkan operasional kapal dan menyulitkan masyarakat mendapatkan transportasi laut, terutama pada musim liburan dan hari-hari besar," pungkasnya.

BHS meminta Kemenhub tidak menerapkan kebijakan secara tergesa-gesa hanya sebagai respons terhadap kecelakaan kapal.

"Jangan sampai masyarakat yang akhirnya menjadi korban dari sebuah kebijakan. Kemenhub jangan membuat kebijakan panik hanya karena ingin merespons kecelakaan, tetapi justru kebijakan tersebut berdampak luas dan menyusahkan rakyat. Keselamatan memang harus menjadi prioritas, tetapi kebijakan keselamatan juga harus tepat, komprehensif, dan tidak mengorbankan kepentingan masyarakat," tegas BHS.(tim/red)

Update News

Persamaan Bangsa Israel dan Suku Batak

SAMOSIR [DOBRAKNEWS.COM] Bangsa Israel kuno terdiri dari 12 suku. Setelah raja Salomo wafat, Bangsa Israel pecah menjadi dua bagian. Bagian Selatan terdiri dari dua suku yaitu Yehuda dan Benjamin yang kemudian dikenal dengan nama Yehuda, atau dikenal dengan nama Yahudi. Kerajaan Selatan ini disebut Yehudah, ibukotanya Yerusalem, dan daerahnya dinamai Yudea. Bagian utara terdiri dari 10 suku, disebut sebagai Kerajaan Israel. Dalam perjalanan sejarah, 10 suku tersebut kehilangan identitas kesukuan mereka. Kerajaan utara Israel tidak lama bertahan sebagai sebuah negara dan hilang dari sejarah. Konon ketika penaklukan bangsa Assyria, banyak orang Kerajaan Utara Israel yang ditawan dan dibawa ke sebelah selatan laut Hitam sebagai budak. Sebagian lagi lari meninggalkan asalnya untuk menghindari perbudakan. Sementara itu Kerajaan Yehudah tetap exist hingga kedatangan bangsa Romawi. Setelah pemusnahan Yerusalem pada tahun 70 oleh bala tentara Romawi yang ...

Kasus Perdata PT SJA di Putus tanpa Menggunakan Bukti Persidangan

SURABAYA [DOBRAKNEWS.COM] Kasus sengketa perdata PT Santos Jaya Abadi yang diadukan ke badan pengawas (Bawas) Mahkamah Agung. Kasus ini merupakan yang kedua setelah pernah di adukan ke Komisi Yudisial, sehingga terkesan sudah jatuh kembali ketimpa tangga. Menurut Kukuh Pengacara PTSantos Jaya. Ia menduga majelis hakim banding yang menangani perkara tersebut mengabaikan fakta-fakta yuridis dalam perkara gugatan warisan saham PT Santos Jaya Abadi (SJA) dengan Lenny Setyawati dan Wiwik Sundari Guntur.   PN Surabaya lanjut Kukuh, majelis hakim yang terdiri dari Erri Mustianto (ketua), Bambang Kusmunandar dan Sigit Purwoko, masing-masing sebagai anggota, telah membuat putusan yang menyimpang dengan hal-hal dalam persidangan. Sehingga mengabulkan gugatan Lenny dan Wiwik. Dengan menyatakan bahwa PT SJA dengan produksi kopi merek kapal api, didirikan oleh Go Soe Loet pada 18 Mei 1979. "Padahal, tidak ada bukti pendirian PT SJA pada tahun tersebut dan tak ada bukti kepemilika...

Pergeseran Pejabat Kementerian Perhubungan Terus Bergulir

JAKARTA- Pergeseran pejabat di Kementerian Perhubungan terus bergulir ahir-ahir ini.  Para pejabat baru telah dilantik oleh  Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Novie Riyanto di Jakarta, Kamis (16/10/2024) Sebagai bagian penyegaran dalam penugasan.  Pejabat Eselon II yang dilantik antara lain:  1. Dr. Een Nuraini Saidah sebagai Kepala Sekretariat KNKT 2. Muhamad Arief Affandi, Kepala PPIT 3. Ernita Titis Dewi, Direktur Angkutan Jalan  4. Capt. Mochamad Abduh, Kepala Kantor KSOP Kelas I Tanjung Emas  5. Saham Amir Syarif, Kepala Disnav Tipe A Kelas I Belawan  6. Ir. Hernadi Tri Cahyanto, Kepala Disnav Tipe A Kelas I Palembang  7. Ferdinand Anon Bayu Aji, Kepala Disnav Tipe A Kelas I Tanjung Pinang  8. Bambang Siswoyo, Direktur Sarana Perkeretaapian  9. Ir. Bernadette. E. S. Mayashanti, Direktur Keselamatan Perkeretaapian  10. Ali Fikri, Kepala PPSDMAP    Pejabat Eselon III 11.Diah Mamalia, Kabag Tata Usaha, PFK...

Abdul Rofid Fanani Korban, Menejer dan Asmen Sampit "Terseyum"

SURABAYA, [DOBRAKNEWS.COM] -Direksi PT Pelindo III belum menepati mencopot jabatan rekan-rekan Abdul Rofid Fanany (ivan). "Mereka" masih tetap menduduki jabatan masing-masing dan masih leluasa melakukan tugas jabatan masing-masing. Ada kesan Abdul Rofid fanany dikorbankan dari jabatannya sebagai GM Pelindo III Cilacap.   Direktur Personalia dan Umum, Edy Hidayat Nurjaman memberi penjelasan, sanksi akan diberikan kepada pegawai yang berkolusi dengan Ivan. Adapun para pegawai yang terlibat berkolusi sebelumnya terungkap diantaranya menejer usaha dan asmen. Mereka disebut terlibat berkolusi dengan Ivan dari uang sewa peralatan perusahaan dengan cara pemalsuaan nota tagihan. Lambannya pihak direksi memberikan sanksi kepada bawahannya dapat menimbulkan beberapa tudingan miring dibalik pencopotan Ivan. Informasi yang dihimpun Dobraknews.com di lingkungan PT Pelindo III, pencopotan hanya dialami Abdul Rofid Fanany. Sementara Menager Usaha dan empat Asmen Sampit masih menjabat d...

Sejumlah Pejabat di Lingkungan Kemenhub di Rotasi

                                  foto repro   JAKARTA- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan penyegaran pejabat dan merotasi pejabat dilingkungan Kementerian Perhubungan, Kamis, (10/10/2024), Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melantik para pejabat dan sembilan di antaranya pejabat Eselon II, yakni  1. Dr. Siti Maimunah sebagai Kepala Disnav Tipe A Klas I Makassar  2. Capt. Weku Frederik Karuntu, sebagai Kepala Disnav Tipe A Klas I Tanjung Perak 3. Heru Susanto, sebagai Kepala Kantor KSOP Klas I Balikpapan  4. Capt. Bharto Ari Raharjo, sebagai Kepala Kantor KSOP Khusus Batam  5. Agustono, Kepala Kantor UPBU Klas I Utama Juwata  6. Bambang Hartato, Kepala Kantor Otban Klas I Wilayah II Kualanamu –Medan  7. Sokhib Al Rokhman, Direktur Balai Besar Kalibrasi Fasilitas Penerbangan  8. Cecep Kurniawan, Kepala Kantor Otban Klas I Wilayah IV Ngurah Rai –Denpasa...

Sejumlah Pejabat di Lingkungan Kemenhub di Lantik dan Dikukuhkan

JAKARTA - Menteri Perhubungan melantik dan mengukuhkan pejabat di lingkungan Kementerian Perhubungan, Jumat (9/5/2025). Dalam kesempatan itu, dilantik dan dikukuhkan di antaranya pejabat Eselon I oleh Menhub.  Berikut daftar pejabat yang dilantik;  1. Novie Riyanto Rahardjo sebagai Staf Ahli Bidang Reformasi Birokrasi  2. Arif Toha sebagai Inspektorat Jenderal  3. Capt. Antoni Arif Priadi sebagai Sekretaris Jenderal  4. Mohamad Risal Wasal sebagai Dirjen Integrasi Transportasi dan Multimoda  5. Subagiyo sebagai Staf Ahli Bidang Keselamatan Transportasi  6. Robby Kurniawan sebagai Staf Ahli Bidang Kawasan dan Lingkungan  7. Irjen Pol Capt. Hermanta sebagai Kepala Badan Kebijakan Transportasi  8. Suharto sebagai Staf Ahli Bidang Teknologi dan Energi  9. Yufridoj Gandoz Situmeang sebagai Staf Ahli Bidang Logistik  10. Djarot Tri Wardhono sebagai Kepala BPSDMP  11. Muhammad Masyhud sebagai Dirjen Perhubungan Laut  12. Aan Suha...

PT Permata Indah Griyaku, Perumahan Moderen Wedoroanom Belum Realisasikan Fasum, Mussola dan Tanah Makam

GRESIK, PENDOBRAKNEWS - Perumahan Griyaku Moderent Desa Wedoroanom Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik terkesan di abaikan developer PT. Permata Indah Griyaku yang berkantor di Jemusari VI/2,  Surabaya.  Perumahan yang saat ini berpenghuni lebih kurang 80 Kepala Keluarga, dan sebagian telah berpenduduk setempat yakni Desa Wedoroanom Driyorejo belum mendapatkan Fasilitas Sosial dan Fasilitas Umum dari pihak developer.  Menurut Paguyuban perumahan Griyaku Modernt Yakni Choy dan Garada melalui Whatshap mengungkapkan" Kita sudah bolak-balik dan berkali-kali datang ke Developer menanyakan Fasum, makam, musola dan lain lain, Tapi hanya di janjikan dan belum terealisasi sampai sekarang Kantor Perumahan moderen, yakni developer PT. Permata Indah Griyaku yang berkantor di Jemusari Vi/2, hanya Janji terus, " terang pihak peguyuban.   foto perumahan Griyaku Moderent wedoroanom Peguyuban perumahan tersebut menambahkan bahwa pihak developer,  Secara garis besarnya belum ter...