Gempa guncang nttPendobraknews/Basarnas/bmkg/
NUSA TENGGARA TIMUR - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami.
Informasi BMKG, episentrum gempa berada sekitar 36 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 10 kilometer.
Getaran yang berlangsung cukup lama membuat warga di sejumlah daerah panik. Sebagian masyarakat memilih segera keluar dari bangunan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) korban tertimpa reruntuhan bangunan akibat gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Jadi, tiga korban telah dievakuasi; satu di antaranya meninggal dunia dan dua orang mengalami luka-luka,” kata Edy, Deputi Operasi Basarnas di Jakarta, Sabtu (15/8/2026) dikutip Antara.
Edy menjelaskan, proses evakuasi dilakukan tim SAR gabungan di kawasan Pelabuhan Lauren Say Maumere, Kabupaten Sikka. Bangunan di lokasi itu dilaporkan roboh setelah gempa yang pusatnya berada di kedalaman 15 kilometer arah timur laut Mbay, Nagekeo.
“Saat terjadi gempa, bangunan yang berada di Pelabuhan Lauren Say Maumere-Sikka roboh dan menimpa warga,” katanya.
Kantor SAR Maumere mengonfirmasi korban meninggal dunia bernama Meliana Nenong, perempuan berusia 54 tahun. Seluruh korban, baik yang meninggal dunia maupun luka-luka, telah dievakuasi ke RSUD T.C. Hillers Maumere untuk mendapatkan penanganan medis dan pemulasaraan.
Edy mengatakan tim SAR gabungan, termasuk personel Kantor SAR Maumere, saat ini juga dikerahkan ke pusat dampak di Kabupaten Nagekeo serta lokasi terdampak lainnya.
Pengerahan personel dilakukan untuk memperluas penyisiran dan evakuasi, sekaligus memastikan kemungkinan adanya korban lain di wilayah terdampak. (red/mtin)
