LOMBOK - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan terkait perbedaan data manifes penumpan KMP Putri Yasmin yang terbakar saat berlayar diperaiaran Bali. Sesuai data awal dari Kantor Kesyahbandaran Ootoritas Pelabuhan (KSOP) Padangbai ada 144 dalam catatan resmi.
Namun dugaan saat kapal akan berlayar ada tambahan penumpang 58 orang, sehingga menjadi 173 orang. Satu meninggal dunia.
Menteri Perhubungan meminta publik tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kebakaran KMP Putri Yasmin di perairan Lombok. Dudy Purwagandhi menegaskan pemerintah kini memprioritaskan penanganan dan pendataan korban. "Jangan terburu-buru dulu apakah penyebabnya dari angkutan, kapal, atau pengangkutnya," ujarnya, Rabu, (12/8/ 2026).
Terkait kasus tersebut, Kementerian Perhubungan menyerahkan penyelidikan penyebab kebakaran kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
KNKT akan memeriksa kapal dan menginvestigasi insiden tersebut. Hasil investigasi nantinya menjadi dasar menentukan langkah perbaikan keselamatan transportasi penyeberangan.
Data sementara di Posko SAR hingga berita ini diturunkan, total korban yang berhasil dievakuasi mencapai 173 orang. Dari jumlah tersebut, 172 orang dinyatakan selamat, sementara 1 orang dilaporkan meninggal dunia.
Sementara data KSOP Kelas IV Padangbai, menyebutkan, jumlah manifes penumpang totalnya 114. Total 114 terdiri dari sopir dan penumpang kendaraan sebanyak 44, penumpang R2 (roda 2) sebanyak 53. Terus penumpang jalan kaki sebanyak 17, itu yang tercantum di manifes. (fb/nt1/red)

