SURABAYA- Ketua DPP Iperindo, Anita Puji Utami, disela-sela kegiatan Focus Group Discution, dalam rangka peningkatan daya saing galangan kapal Jawa Timur dalam kompetisi Regional, dikalangan anggota Inperindo Jatim, berlangsung Selasa (14/4/2026) di Surabaya, mengatakan industri kapal tidak terlepas dari reperasi dan pembangunan kapal sebagai transportasi.
Pada kondisi global yang tidak menentu seperti saat sekarang sangat berdampak terhadap komponen kapal terutama karena pengaruh kenaikan kurs valuta asing. komponen lain otomatis pasti mengalami kenaikan sehingga secara keseluruhan dari biaya untuk material akan berdampak, urai Anita, ketika ditanya seputar dampak yang terjadi dalam situasi ekonomi global sekarang secara Internasional.
Anita mengungkapkan dampak yang sangat mencolok terjadi pada BBM dan pemakaian energi listrik. Kondisi sulit yang dialami galangan kapal diharapkan mendapat perhatian dari Pemerintah agar dapat memberi harga khusus karena galangan kapal sebagian menggunakan energi listrik dan BBM.
Oleh sebab itu untuk industri galangan kapal diharapkan diberikan biaya kompensasi khusus supaya galangan kapal dapat bertahan dan bisa melayani pelayaran atau supporting di logistik nasional.
Akibat dari situasi global, banyak tender yang mengalami perubahan harga sehingga mengakibatkan kerugian besar bagi galangan kapal.
Galangan Kapal Terkesan, "Berjalan Sendiri"
Focus Group Discution , dalam peningkatan daya saing galangan kapal Jawa Timur dalam kompetisi Regional, dikalangan anggota Inperindo Jatim, telah terurai beberapa kendala yang sering mempengaruhi perkembangan industri galangan kapal.
Pada kegiatan Focus Group Discution, dan kegiatan halal bihalal Iperindo, yang berlangsung di hotel Royal Jalan Polisi M.Duriayat, Selasa (14/4/2026), terungkap berbagai kendala, misalnya pengerukan alur dan pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah terkesan bahwa pemerintah kurang mendukung perkembangan industri galangan kapal.
Institusi pemerintah, yang semestinya menjadi pembina dirasakan oleh para anggota Iperindo menjadi penegakan hukum. Karena rasanya ada institusi yang seolah olah , "mencari-cari kesalahan kami," bukan melakukan pembinaan, urai salah satu anggota Iperindo memberi unek unek. Anggota tersebut mengatakan, " yang diawasi terkesan adalah mencari cari kesalahan kami,". ungkap salah seorang anggota diskusi bertanya kepada Moderator.
Anggota Iperindo berharap, " Bahwa ada perhatian seluruh institusi pemerintah", sehingga Galangan Kapal dalam menjalankan usaha tidak merasa berjalan sendiri. (martin)

