SURABAYA- Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Buana Ma,ruf, Prof, Dr,M.Sc,MM, C.eng, Frina, IPU, Selasa (14/4/2026) disela acara Focus Group Discution dan Halal bihalal IPERINDO, di Hotel Royal M.Duriyat, mengungkapkan bahwa dalam mengendalikan dampak ekonomi yang kurang bersahabat dewasa ini karena dampak kenaikan kurs valuta asing, para pengusaha galangan kapal harus bersatu dalam asosiasi ikut bersama-sama membahas undang undang pemerintah membuat rencana berusaha dan industri atau kawasan ekonomi khusus yang berkaitan dengan industri kapal.
Prof Dr, Buana Ma,rud, menyebutkan karena hal itu tidak mungkin dilakukan oleh satu galangan kapal, bahkan asosiasi tidak cukup karena itu perlu insfraktruktur. Jadi harapan saya IPERINDO perlu melakukan pendekatan dengan menemui pemerintah Pusat, untuk mendapatkan kemungkinan kemungkinan untuk bisa mengembangkan kawasan industri galangan kapal.
"Saya tahun 2007 sudah melakukan hal itu di Lamongan, waktu itu Pemerintah Kabupaten Lamongan mempunyai perda, pembentukan kawasan khusus untuk usaha galangan kapal.Kami waktu itu sudah mengadakan kerja sama dengan perindustrian di Jakarta, yang pada intinya bahwa daerah itu supaya membuat Badan pengelola kawasa, Ungkapnya,".
" Prof, Dr, Buana, Ma,rud menambahkan lagi, kalau sudah terbentuk badan pengelola kawasan, mereka itu yang diajukan ke Kementerian, keuangan untuk mendapatkan pendanaan. Jadi intinya IPERINDO harus bergerak bukan berjalan sendiri sendiri,".
Untuk dapat bersaing pada saat sekarang ini, perlu, " Bagaimana cara mendapat order bangunan baru /proyek kapal baru dari Pemerintah, dan bagaimana membuat kapal dengan standart.
Para galangan kapal mestinya harus seperti galangan kapal di luar negeri, mereka bisa membuat desain kapal yang standart yang bisa diberikan kepada calon calon user dimana desain itu ada keunggulan -keunggulan kecepatan yang sama dengan fawer yang tinggi atau hambatan kecil, getaran kecil, bekerja sama dengan laboratorium misalnya, untuk melakukan percobaan percobaan, setelah jadi hal itu bisa dijual ke user dan keunggulan desain.
Konsep ini yang dijual oleh china, namun sementara ini galangan kapal yang perlu bagaimana menciptakan produksi yang efesien, untuk bangunan kapal baru. Bisa lebih cepat yang sudah barang tentu desain yang baik. (mtin)

