GRESIK - Polres Gresik menggelar konferensi pers sekaligus pemusnaan barang bukti minuman keras (miras) hasil kegiatan Operasi Pekat Semeru 2026 yang dilaksanakan selama periode 25 Februari hingga 5 Maret 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Mapolres Gresik, Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo No. 214, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Kamis (13/03/2026) Sore
Pemusnaan barang bukti ini merupakan hasil penindakan tindak pidana ringan (tipiring) oleh jajaran Samapta Polres Gresik selama pelaksanaan operasi penyakit masyarakat (pekat) di wilayah hukum Polres Gresik.
Dalam kegiatan tersebut, aparat berhasil mengamankan 983 botol minuman keras berbagai jenis dari sejumlah lokasi di Kabupaten Gresik. Barang bukti tersebut kemudian dimusnahkan secara simbolis sebagai bentuk penegakan hukum serta komitmen kepolisian dalam menjaga ketertiban masyarakat.
Kapolres Gresik, Ramadhan Nasution menyampaikan bahwa Operasi Pekat Semeru merupakan upaya preventif sekaligus penegakan hukum untuk menekan peredaran miras ilegal dan berbagai penyakit masyarakat yang berpotensi mengganggu keamanan serta ketertiban masyarakat, khususnya menjelang dan selama bulan suci Ramadan.
“Operasi ini merupakan bagian dari komitmen kepolisian bersama seluruh stakeholder untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Gresik,” ujar Kapolres.
Kegiatan pemusnaan barang bukti tersebut juga dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya perwakilan dari Kodim 0817/Gresik, perwakilan Pemerintah Kabupaten Gresik yang diwakili oleh Suprapto, A.P., M.Si, perwakilan Kejaksaan Negeri Gresik, perwakilan Pengadilan Negeri Gresik, perwakilan DPRD Kabupaten Gresik, serta Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Gresik.
Kehadiran para unsur Forkopimda tersebut menunjukkan sinergitas antar lembaga dalam upaya memberantas penyakit masyarakat dan menjaga stabilitas keamanan daerah.
Polres Gresik menegaskan akan terus melakukan pengawasan serta penindakan terhadap peredaran miras ilegal maupun berbagai aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum di wilayah Kabupaten Gresik. Masyarakat juga diimbau untuk ikut berperan aktif melaporkan jika menemukan adanya aktivitas yang meresahkan di lingkungan sekitar.
Dengan pemusnaan barang bukti ini, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Gresik tetap terjaga, terutama selama momentum Ramadan 2026.(res)

